|
||||
| Sang Murobbi Anak Kader |
|
Mungkin akan sedikit lain jika yang Anda dengar adalah istilah Murobbi Anak Kader (MAK). Kader sendiri adalah istilah yang istimewa. Dia pengemban amanah da’wah. Ujung tombak perubahan bagi bangsa ini menuju kehidupan yang lebih islami. Anak Kader? Nah, istilah ini merujuk kepada mereka yang merupakan generasi baru, generasi penerus dari para Kader tadi, yang merupakan buah cinta dari para Abi Umi (sebutan untuk pasangan Kader yang sudah berumah tangga). Penyebutan Anak Kader dengan sendirinya sudah mengandung suatu doa penuh harap, bahwa mereka kelak akan lebih islami ketimbang Abi Umi-nya, syukur-syukur lebih hebat, dan menjadi penyambung risalah perjuangan, sebagaimana para ulama menyambung jejak para nabi. Jika Anak Kader punya beban predikat yang begitu hebat, bagaimana dengan MAK (alias Murobbi Anak Kader)? Tentunya mereka seharusnya menjadi partner utama para Abi Umi tadi dalam mendidik anak-anak kader. Nah, berikut ini, ada beberapa dialog singkat dengan salah seorang Kader yang mendapat amanah mulia menjadi MAK. Beliau adalah akh Andi AC (kata AC melekat pada nama beliau karena beliau terkenal memiliki tim ahli reparasi AC). Nama ana Andi sunandi, tempat tanggal lahir Cianjur, 12 Agustus 1977. Dari namanya antum mungkin dapat menebak asal ana darimana. ( ayoo darimana coba ), Banyak yang nyebut ana kayak orang padang dari tampilannya, atau orang sulawesi dari namanya. Tapi begitu ana bicara baru asal lahir ana ” terdengar ”, karena logat suara ana katanya sunda banget. Padahal dari nama saja harusnya antum sudah faham bahwa ana asli cianjur, ( darimana coba ). Nama Andi Sunandi berkarakter pengulangan, nah itulah ciri orang sunda. Masalah pengulangan apa filosofinya, antum tanya aja ama karuhun orang sunda ya. Ana sendiri kaga ngarti. Hehehe...................... Ana lahir di Cianjur, 12 Agustus 1977. Masih muda ya ? muda untuk ukuran antum, tapi tua untuk ukuran anak kader, hehehehe..... Ana jadi murobbi anak kader sejak anak pertama ana lahirlah, dia kan mad’u ane. Tahun 2003 aan lah. Kalau jadi murobbi anak temen2 ( kader ) yaa sekitar tahun 2008 an lah. Baru mulai koq. Mohon do’a nya ya. Halaqoh yang ana pegang langsung ada satu halaqoh dengan jumlah prajurit 13 orang, yang ana isi secara bergantian ada satu halaqoh dengan jumlah prajurit 10 orang. Sementara halaqoh anak kader yang dalam pengelolaan kita secara tim sampai saat ini ada 12 halaqoh dengan binaan mulai dari kelas 4 SD sampai dengan yang kuliah. Perbedaan khusus sepertinya tidak terlalu ” khusus ” hanya saja anak kader kita memiliki ” keistimewaan ”, karena orang tua mereka adalah para Da’i dan Da’iyah yang sangat sibuk dengan da’wah jadi sepertinya memiliki kebiasan mirip sebagai selebritis dalam hal perhatian dan alokasi waktu untuk anak – anaknya sehingga sifat anak selebritis banyak yang melekat pada diri anak – anak mereka seperti ; tidak cair, ekslusif, jarang berkomunikasi dg ortu, beban mental atas bayangan prestasi ortu dll. Persiapan khusus kayaknya sich ada ya. Masalahnya setiap mau ngisi halaqoh anak kader kayaknya jantung deg – degan melulu. Jadi ya ana harus bener2 persiapan supaya materinya nyambung dan aktual serta dapat diterima oleh anak-anak tsb. Triknya sich biasa aja karena mereka juga remaja jadi memiliki psikologi remaja. Tapi perbanyaklah waktu untuk sharing, karena sharinglah yang membuat ikatan diantara kita menjadi lebih kuat. Dan pada sisi lain sepertinya anak kader memang sangat membutuhkan Forum sharing dimana mereka dapat menumpahkan segala beban yang ada pada dirinya barulah mereka merasa ” diterima” dan ” berarti ”, jadi Tips dan trik menjadi murobbi anak kader adalah Lapangkan lah Dada, Luaskanlah Hati, Bentangkan Tangan, Lebarkan Senyum dan Tampunglah Mereka dengan Penuh kasih sayang. Anak – anak kita adalah anak – anak yang istimewa karena sepertinya hanya merekalah yang semenjak menjadi janin telah ikut ” Liqo ”. Semenjak dalam kandungan selalu penuh dengan Do’a dari orang tuanya, bahkan umminya seringkali melantunkan tilawah dalam kesehariannya, lebih dari itu anak – anak kita adalah anak yang senantiasa dipenuhi kebutuhannya akan gizi ( apalagi anak pertama ). Jadi paling tidak bagi ana, anak kader adalah anak yang istimewa. Adapun hari – hari ini ada anak – anak kita yang mengalami Deviasi dari nilai – nilai yang kita anut maka itu adalah dinamika dari kehidupan ini, dan itu adalah cara Alloh SWT mengingatkan kita tentang betapa berharganya mereka. b. Anak - anak kita yang lahir dari rahim istri kita adalah juga anak – anak dari lingkungan Da’wah ini, jadi relakanlah mereka untuk disapa, di sayang, ditegur oleh lingkungan kita sebagai wujud kepedulian mereka terhadap Generasi penerus Da’wah ini. c. Lingkungan kita yang terdiri dari Para Da’i dan Anak – anaknya, itulah keluarga besar kita, Oleh karenyanya mari bersama sama menjaga keluarga besar ini menuju tujuannya. Anak kader adalah bagian dari keluarga besar ini maka mari peduli dan berbagi, menjadikan mereka mencapai peran terbaiknya dalam kehidupan ini. Kendala cukup banyak ya. Mungkin satu hal yang perlu ana sampaikan bahwa Tarbiyah anak kader adalah proses tarbiyah dengan ”Cost” tinggi, karena mereka ” istimewa” sebagai mana yang telah ana uraikan sebelumnya. Terus hal lain yang menjadi kendala adalah pada motivasi. Seringkali anak kader mengikuti pembinaan bukan karena motivasi dirinya tetapi lebih pada dorongan orang tua, bahkan saking dorongannya kuat sampai terkesan memaksa dan hal itu menjadi kontra produktif. Jadi perlu ana sampaikan kepada para orang tua, berikanlah motivasi kepada anak – anak untuk ikut tarbiyah dengan bahasa dan psikologi mereka, jauhi sikap pemaksaan sehingga kesadaran tarbiyah tumbuh dengan sendirinya pada mereka secara alamiah. Dan banyaklah berdo’a karena Alloh SWT yang mengenggam hati mereka. Respon orang tua sangat baik dan mereka sangat besar pengharapannya terhadap proses tarbiyah ini. Nah ini sepertinya yang kurang, intensitas interaksi antara murobi dengan orang tua, pernah beberapa kali kami mengundang orang tua untuk berdialog tentang proses tarbiyah anaknya, ternyata jumlah yang tidak hadir lebih banyak dari yang hadir. Bahkan mungkin ada orang tua yang belum tahu anaknya tarbiyah dengan siapa. Jadi kami juga selaku Tim Pengelola Tarbiyah Anak Kader berharap ada intensitas hubungan yang lebih baik yang dapat dijalin. Paling tidak murobbi sama orang tua anak kader sering – sering ” sms ” an lah. Masukan dari ana perihal tarbiyah anak kader yaitu kita memerlukan dukungan dari struktur terutama pada dukungan sosialisasi tarbiyah anak kader, sosialisasi manhaj, sosialisasi program dan terutama sekali juga dukungan dana supaya tugas tarbiyah anak kader dapat terbagi antara Pengelola Tarbiyah Anak Kader, Orang tua dan Struktur. Masukan lainnya adalah untuk para orang tua ( Terutama Ayah ) yang anak – anaknya telah memasuki usia tarbiyah ( SD kelas 4 ), perbanyaklah waktu untuk berinteraksi dengan mereka, pakai lah bahasa sesuai dengan bahasa mereka. Dan sampaikanlah sayang kita kepada mereka dengan bahasa yang mereka fahami sehingga mereka dapat merasakan rasa sayang ini benar – benar masuk kedalam lubuk hatinya. Berdo’alah selalu dengan do’a yang ” khusus ” untuk mereka dan ” tentang ” mereka. Mudah-mudahan dengan itu jiwa mereka senantiasa tertaut dengan kita dan seterusnya mari tautkan jiwanya dengan ALLOH SWT. |
| Last Updated ( Sunday, 01 November 2009 13:00 ) |



Menjadi Murobbi? Biasa saja lah itu. Walaupun sebenarnya peran murobbi adalah sangat mulia dan luar biasa pengorbanannya, namun jika Anda setiap hari dikelilingi orang-orang yang menyandang predikat Murobbi, maka Murobbi tidak lagi memiliki efek kejut tertentu dalam diri Anda.
1. Bisa jelaskan nama lengkap Antum, dan tempat tanggal lahir?
6. Sepanjang pengalaman antum, adakah hal yang istimewa pada diri Anak Kader, relatif dibandingkan yang lain?







