Written by Administrator    Wednesday, 17 February 2010 12:11    PDF Print E-mail
11 Warga Pondok Melati Bekasi Terjangkit DBD

Bekasi (ANTARA News) - Sedikitnya 11 warga di Kelurahan Jatiwarna dan Jatimurni, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, terjangkit demam berdarah Dengue (DBD).

Warga RT05 RW02, Kelurahan Jatiwarna, Maman (38) kepada ANTARA di Bekasi, Minggu, mengatakan, penyakit tersebut mulai menyerang warga sejak awal Januari 2010 lalu.

"Di wilayah saya sedikitnya ada enam korban DBD. Rata-rata korbannya masih satu rumah akibat curah hujan yang tinggi sehingga airnya tertampung di sejumlah lokasi cekungan dan timbul jentik nyamuk," katanya.

Menurut Maman, warga sudah sering mengusulkan kepada Puskesmas terdekat untuk melakukan upaya pencegahan melalui penyemprotan (fogging) untuk mengurangi wabah DBD di lingkungan mereka. Namun, belum mendapat tanggapan.

"Saya dan beberapa orang warga lainnya pernah mendatangi Puskesmas Jatiwarna untuk meminta fogging namun hingga hari ini belum nampak direalisasikan," katanya.

Secara terpisah, Kepala Puskesmas Jatiwarna, Dra Nunung mengakui kasus DBD di wilayahnya sudah mulai berkembang memasuki musim hujan saat ini.

Alasan belum dilakukan fogging, kata dia, karena hingga saat ini tim jumantik dari Dinas Kesehatan (Dinkes) di wilayah setempat belum menemukan adanya positif jentik nyamuk. "Jadi yang kami lakukan baru sebatas penerapan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan sosialisasi bahaya DBD)," katanya.

Pihaknya menepis anggapan masyarakat yang menyebutkan tim Puskesmas setempat tidak proaktif dalam penanggulang DBD hanya karena alasan hingga kini belum melakukan fogging.

"Data kita tidak mencatat hingga sebelas kasus. Setahu saya hanya mencapai tiga sampai empat kasus, dan fogging hanya bisa dilakukan bila ditemukan suatu daerah positif jentik nyamuk. Karena efek dari fogging sendiri hanya akan membunuh nyamuk dewasa saja, bahkan justru tidak jarang banyak penderita DBD tergigit bukan di tempat tinggalnya sendiri, tapi di tempat lain," jelasnya.

Sementara itu, Sardi Effendi, anggota komisi D DPRD

Kota Bekasi meminta agar Dinkes Bekasi untuk lebih proaktif menanggulangi wabah DBD menyusul anggaran melalui APBD setempat telah dialokasikan.

"Saya harapkan perhatian dari Dinkes untuk lebih proaktif lagi dalam menanggulangi kasus DBD, terutama untuk alat fogging," katanya.(*)

 

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.