Petugas Bersihkan Eceng Gondok Dari Kali Bekasi(Suara Bekasi) - Petugas Bendung Kali Bekasi, Jawa Barat, melakukan pembersihan sungai dari tumbuhan mengapung... Read more |
PPIH Periksa Kualitas Masakan Warung Lingkungan AsramaBekasi, 2/10 (Suara Bekasi) - Kepala Bidang Keseatan Panitia Pemberangkatan Ibadah Haji Embarkasi Jawa Barat, ... Read more |
Pengajian PKS Digrebekdakwatuna.com – Mencuatnya kasus isu NII (Negara Islam Indonesia) dan pengusung Ideologi Khilafah, membuat ma... Read more |
Bagaimana Mereka Mendidik Kami(Tulisan seorang Anak Kader)Saya bingung ingin memulai kisah ini dari mana ketika seseorang yang saya hormati ... Read more |
Apa Enaknya Sih Alkohol?Di Jerman, negeri tempat sekarang saya belajar dan bekerja, alkohol adalah bagian dari budaya di sana. Kurang... Read more |
Manusia AkhiratBarang siapa yang fokus perhatiannya hanya akhirat maka Allah akan kokohkan urusannya dan Allah jadikan kekay... Read more |
"Nyerat atawa sakarat� (Sunda)", judul tulisan yang membetot perhatian saya. Tulisan ini saya baca & kunyah maknanya di tahun 2005 silam. Ungkapan kegelisahan tergurat jelas di balik isi tulisan ini. Si empunya tulisan, Prof. A. Chaidar Alwasilah (Guru Besar Bahasa di Universitas Pendidikan Indonesia) memang rajin menyoroti persoalan lemahnya budaya literasi masyarakat Indonesia, khususnya di kalangan akademisi.
Oleh : Dinamis Tulen | 09-Feb-2012, 13:27:09 WIB
Dulu Indonesia punya petinju kidal yang hebat, Ellyas Pical. Pukulan tangan kirinya sangat mematikan. Agar tambah hebat, oleh sang Pelatih, diperbaiki dan dilatih kemampuan tangan kanannya agar setara dengan tangan kirinya. Setelah itu, kita semua tahu, Ellyas Pical selalu kalah dalam setiap pertandingan... :-)


























